Kamis, 07 Februari 2013

TEORI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI


Pada manusia terutama pada masa anak-anak, proses perkembangan terjadi sangat cepat. Tiga tahun pertama dalam kehidupan anak-anak merupakan masa yang paling sensitif karena masa tersebut dikaitkan dengan the golden age atau masa pesat perkembangan otak. Pesatnya perkembangan otak dalam periode ini ditandai dengan pertambahan berat otak dari 400 gr di waktu lahir menjadi 3 kali lipatnya setelah akhir tahun ketiga.   Oleh karena golden age merupakan masa yang tepat untuk memberi bekal yang kuat pada anak serta menggali potensi kecerdasan anak sebanyaknya.  Dalam perkembangan anak, pemberian makanan bergizi jelas sangat penting. Namun harus  diperhatikan juga faktor emosi (kasih sayang, rasa aman) dan stimulasi. 
Stimulasi adalah adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan bayi dan anak-anak. Stimulasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang kurang kasih sayang dan kurang stimulasi akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya serta kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Stimulasi yang diberikan pada anak selama tiga tahun pertama (golden age) akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan otaknya dan menjadi dasar  pembentuk kehidupan yang akan datang. Semakin dini stimulasi yang diberikan, maka perkembangan anak akan semakin baik. Semakin banyak stimulasi yang diberikan maka pengetahuan anak akan menjadi luas sehingga perkembangan anak semakin optimal. Disebutkan juga bahwa jaringan otak anak yang banyak mendapat stimulasi akan berkembang mencapai 80% pada usia 3 tahun. Sebaliknya, jika anak tidak pernah diberi stimulasi maka jaringan otak akan mengecil sehingga fungsi otak akan menurun. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan anak menjadi terhambat. Dibawah disajikan grafik perkembangan jaringan otak pada anak yang banyak stimulasi dan tanpa stimulasi. 
Tabel 2. Contoh Stimulasi Perkembangan Anak Berdasarkan Tahapan Usia


I
Bayi 0-1 bulan

1. Ketika bayi rewel dipeluk dengan kasih saying

2. Meletakan benda yang bergerak-gerak di atas bayi

3. Melatih menelungkupkan bayi

4. Mengajak bayi tersenyum
II
Bayi  1-4 bulan

1. Bayi dipeluk, dicium, dinyanyikan lagu dan dibuainya

2. Bayi diajak bicara, menirukan gerak dan mimik bayi, diperdengarkan suara lainnya

3. Melatih bayi membalik badan (ditelungkupkan)

4. Melatih bayi mengenggam
III
Bayi 4-6 bulan

1. Melatih bayi didudukan

2. Melatih bayi menggunakan kedua tangan memegang benda

3. Melatih bayi menirukan bunyi agar ditirukan

4. Melatih bayi menirukan bunyi (main ci-luk-ba, da-da)
IV.
Bayi 6-9 bulan

1. Melatih mengangkat bayi untuk berdiri

2. Melatih bayi memasukan/mengeluarkan benda dari suatu wadah

3. Memperlihatkan gambar dan menyebutkan namanya

4. Mengajak bayi dengan cara/bentuk permainan bersama-sama
V.
Bayi 9-12 bulan

1. Melatih bayi berjalan berdiri

2. Melatih bayi menggelindingkan bola

3. Melatih bayi corat-coret menggambar

4. Mengajak bayi makan bersama keluarga
VI
Bayi 12-18 bulan

1. Malatih anak naik turun tangga (rumah)

2. Bermain melempar dan menangkap bola

3. Melatih menunjuk dan menyebut bagian tubuh

4. Memberi kesempatan anak  melepas baju
VII
Bayi 18-24 bulan
  
1. Melatih keseimbangan anak berdiri dengan satu kaki bergantian

2. Melatih anak menggambar bulatan, segitiga

3. Melatih anak mau menceritakan apa yang dilihatnya

4. Melatih anak tentang kebersihan diri (buang air kecil/besar pada tempatnya)

5. Mengajak anak bermain bola dan melompatnya

6. Mengajak untuk ikut bernyanyi
VIII
Bayi 2-3 tahun

1, Melatih anak berdiri dengan satu kaki

2. Melatih anak menyusun balok

3. Melatih anak mengenal bentuk benda dan warnanya

4. Melatih anak tentang kebersihan diri seperti mencuci kaki, buang air kecil/besar di toilet

5. Melatih anak dibaju sendiri

6. Sering mengajak anak keluar (tempat bermain, toko, kebun binatang, dll)
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tahapan perkembangan anak berbeda-beda pada setiap tahapan umur sehingga  jenis stimulasi yang diberikan juga berbeda-beda.
Berbagai kegiatan yang dilakukan sehari-hari dalam mengurus dan merawat anak dapat menjadi sarana untuk memberikan beraneka jenis stimulasi untuk memicu perkembangan otaknya. Stimulasi yang diberikan  akan diterima oleh panca indera dan selanjutnya akan disampaikan ke otak. Bagi otak maupun panca indera anak yang belum mencapai tingkat perkembangan yang optimal, stimulasi tersebut merupakan pelajaran baru.  Hal ini akan memicu otak belajar, menganalisa, memahami dan memberikan respon yang tepat terhadap stimulasi tersebut. Kegiatan stimulasi meliputi berbagai kegiatan untuk merangsang perkembangan anak seperti melatih gerakan, bicara, berpikir, mandiri serta bergaul. Stimulasi dapat dilakukan oleh orang tua atau keluarga lainnya.  Tujuan stimulasi yaitu membantu anak mencapai tingkat perkembangan yang optimal atau sesuai dengan yang diharapkan.
Paul Maclean dalam penelitiannya menguraikan bahwa di dalam otak memiliki tiga fungsi yang disebut tiga dalam satu otak  (three in one brain), yaitu batang otak, limbik dan korteks (Maclean, 2005 :19). Hubungan ketiganya dalam pendidikan  adalah bahwa jika anak dalam merasa terancam, Maka batang otak akan bereaksi melawan atau menghindar, namun apabila anak merasa nyaman dan diterima maka system limbiknya (emosi) terbuka maka pengetahuan dalam hal ini topi berfikir (korteks) akan mudah mendapatkan pengetahuan dan seorang anak dapat berfikir. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar